Selasa, 23 Maret 2010

Ada Lobi di Tubir Kompetisi

Pernyataan Sekjen PSSI di awal Maret lalu seperti petir di siang bolong bagi masyarakat Kota Bekasi. Betapa tidak, Persikabo tiba-tiba terlepas dari hukuman pengurangan tiga poin musim ini (2009-2010). Padahal, sesuai klausul awal, dan rekomendasi FIFA, nilai Persikabo musim ini harus dikurangi karena kasus pemutusan kontrak Ndjee Bakena Noah pada musim 2008-2009.

"Musim lalu, nilai Persikabo sudah dikurangi. Jadi, musim ini tidak dikurangi lagi," ujar Nugraha, pada 5 Maret lalu di harian Jawa Pos (Grup Radar Bekasi). Masih menurut Nugraha, hukuman untuk Persikabo disebabkan kesalahan komunikasi antara PSSI dan PT Liga Indonesia.

Ironisnya, pernyataan Nugraha terlontar sehari setelah manajemen Persikabo merapat ke PT Liga Indonesia. Berdasarkan berita yang termuat di Radar Bogor tertanggal 5 Maret berjudul “Termotivasi Penghapusan Sanksi”, Ketua Umum Persikabo Racmat Yasin dan General Manajer Persikabo, Mas'an Djadjuli, mendatangi sekretariat PT Liga Indonesia di Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Kedatangan mereka tidak lain dalam rangka melobi petinggi PT LI untuk membatalkan pengurangan poin.

Dan upaya itu berhasil. Simak pernyataan Mas’an berikut, masih dikutip Radar Bogor. “Alhamdulillah setelah rembukan, poin kita tidak dikurangi lagi, tapi tetap dengan perolehan kita selama musim ini. Pengurangan poin hanya berlaku untuk tahun lalu."

Pernyataan tersebut tentu sangat menyakitkan Persipasi yang saat ini bercokol di peringkat kedua Grup I Liga Joss Indonesia dengan nilai 35. Apalagi pernyataan tersebut keluar pada detik-detik terakhir persaingan memperebutkan tiket delapan besar di empat besar grup I antara Semen Padang, Persipasi, Persita, dan Persikabo.

Lebih mengherankan lagi, pernyataan Nugraha tidak sejalan dengan klasemen sementara yang dirilis di situs ligaindonesia.co.id. Setidaknya, hingga tulisan ini dibuat, poin Persikabo masih terpotong. Di laman itu, poin Laskar Padjadjaran masih 31 dari 10 kali menang dan 4 kali seri (seharusnya sudah diganti menjadi 34 poin).

Ada apa dengan PT Liga Indonesia dan PSSI? Lobi awal Maret dari pengurus Persikabo itu tentu harus ditelusuri. Mengapa tiba-tiba Nugraha melontarkan pernyataan itu? Dan yang lebih mencurigakan, pernyataannya mencabut hukuman Persikabo dilakukan sehari setelah manajemen Persikabo mendatangi PT LI. Ini tentu harus diusut!

Dengan penghapusan sanksi ini, tim asal Bogor itu sekarang merangsek ke peringkat ketiga karena di saat bersamaan Persita tumbang di kandang Persih 2-0. Hanya terpaut satu poin dari Persipasi yang saat ini berada di peringkat kedua dengan 35 poin.

Masyarakat Kota Bekasi semakin tersakiti karena pada pertandingan terakhir, Persipasi harus menyambangi Persikabo di Stadion Cibinong pada 30 Maret nanti. Ini tentu akan menjadi beban berat bagi Laskar Patriot yang merasa dicurangi. Suporter Persipasi pun bisa jadi akan datang dengan amarah yang berlipat. Akan lebih rumit lagi jika wasit yang memimpin pertandingan cenderung berpihak pada tuan rumah.

Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, hendaknya PT LI dan PSSI segera memperjelas sanksi yang diberikan pada Persikabo. Jika ini dibiarkan, Liga Joss Indonesia akan tercoreng. PSSI akan semakin dicap sebagai lembaga yang tak becus menangani sepak bola.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar