Jumat, 12 Februari 2010

Kenapa Koni Kota Bekasi tak Percaya Diri?

Perolehan 53 emas pada Kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI Jawa Barat tak membuat Koni Kota Bekasi percaya diri. Indikasinya, hingga H-3 pengukuhan atlet yang akan diberangkatkan pada Porda XI, Koni masih emoh pasang target konkret.

Padahal, ajang kualifikasi adalah cermin menatap ajang sebenarnya. Ajang kualifikasi juga bisa diartikan sebagai proyeksi sebuah kontingen untuk mengukur kemampuan di ajang final, yakni Porda.

Dan perolehan 53 emas dari 50 emas yang ditargetkan Koni adalah angka realistis. Mestinya angka itu menjadi modal Koni untuk pasang target di Porda XI Juli mendatang. Paling tidak bertekad menyamai perolehan emas seperti di kualifikasi. Lebih bagus lagi jika lebih.

Alih-alih menetapkan target konkret, Ketua Harian II Koni Kota Bekasi, Eddie Prihadie, malah memasang target yang abstrak. Menurutnya, Koni menargetkan sukses ganda, yakni sukses dalam prestasi dan sukses memberdayakan masyarakat (Radar Bekasi, 1 Februari).

Sukses ganda itu jelas target abstrak. Atlet, saya yakin, akan kesulitan menerjemahkan sukses dalam prestasi maupun sukses memberdayakan masyarakat seperti yang dikatakan Eddie.

Sebagai salah satu petinggi Koni, Eddie seharusnya melemparkan target yang konkret. Ia tentu tahu kemampuan atlet binaannya. Apa salah dan susahnya menetapkan target yang konkret. Raihan 53 emas di ajang kualifikasi adalah konkret. Lalu kenapa Koni enggan menargetkan jumlah emas? Toh, saat kualifikasi saja sudah terbukti bahwa atlet Kota Bekasi bisa melampaui target.

Apalagi seluruh pengurus cabang olahraga yang berada di bawah naungan Koni sudah mempersiapkan atlet sejak setahun lalu. Dibentuk pula satuan petugas yang bertugas memantau siapa atlet yang pantas dan tidak pantas mewakili Kota Bekasi di ajang empat tahunan itu.

Ditambah, saat ini para atlet terus digembleng dalam pemusatan latihan cabang hingga Juni mendatang atau sebulan sebelum laga Porda. Persiapan yang lebih dari cukup untuk mengetahui kekuatan internal.

Target baru tersembul pada acara pengukuhan atlet pada 3 Februari lalu di Balai Patriot. Di hadapan 382 atlet yang akan diberangkatkan ke Porda XI/2010, Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad dalam sambutannya langsung memasang target konkret: 46 emas. Sedikit di bawah perolehan emas pada ajang kualifikasi.

Mochtar bahkan menjanjikan bonus Rp45 juta plus berangkat umroh bagi peraih emas. Jika benar Kota Bekasi mampu meraih sedikitnya 46 emas, berarti Pemkot Bekasi harus mengeluarkan Rp2,07 miliar. Itu belum termasuk biaya umroh untuk 46 orang yang bisa mencapai Rp506 juta (standar umroh adalah Rp11 juta). Bonus yang amat tinggi demi 46 emas atau menjadi lima besar.

Seharusnya, dengan bonus setinggi itu, Pemkot Bekasi juga berani menargetkan emas lebih banyak lagi. Jangan segan-segan memasang target menjadi juara umum. Walaupun nantinya tak tercapai, paling tidak sudah punya keberanian. Dan yang lebih penting, target yang tinggi merupakan sebuah apresiasi tersendiri bagi para atlet karena mereka dipercaya bisa berprestasi.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar