Bertengger di peringkat empat wilayah I Divisi Utama (Liga Joss Indonesia) merupakan prestasi tersendiri bagi Persipasi Kota Bekasi. Apalagi Laskar Patriot merupakan tim pendatang baru di kompetisi level kedua nasional ini.
Bandingkan dengan tim sewilayah macam Persita dan PSMS yang notabene pernah merasakan atmosfer kompetisi tertinggi di Indonesia. Persipasi hanya kalah satu poin dari Pendekar Cisadane dan unggul jauh dari tim Medan (5 poin) yang diarsiteki pelatih berpengalaman Suimin Diharja.
Semua berkat sentuhan magis dari Warta Kusuma bersama jajaran pelatih lain. Berlatar sebagai warga Bekasi asli yang peduli persepakbolaan Bekasi, Warta menyulap Persipasi menjadi tim yang disegani. Catatan enam kali menang (termasuk lawan Persita dan PSMS) dan empat kali kalah merupakan prestasi tersendiri bagi pelatih yang pernah menangani Perserang Serang ini.
Parkir di peringkat empat tentunya membuat bangga warga Bekasi yang sudah lama haus pada prestasi sepak bola lokal. Keberadaan Persipasi membuat mereka kembali berbondong-bondong datang ke Stadion Patriot.
Warga berbaur. Bagi warga yang sudah uzur, mereka bisa bernostalgia lagi dengan masa-masa emas sepak bola Bekasi. Sementara warga yang masih muda, mereka berteriak kegirangan sambil bermimpi timnya melangkah jauh menembus Indonesia Super Liga (ISL), kontes sepak bola tertinggi di tanah air.
Kehadiran Persipasi memang menjadi alternatif keguyuban masyarakat di tengah sumpeknya situasi Kota Bekasi yang semakin padat dengan bangunan-bangunan menjulang tinggi.
Semangat warga Bekasi ini tentu harus dimanfaatkan betul manajemen Persipasi untuk bisa lebih bertenaga lagi tampil di putaran kedua Divisi Utama yang akan berlangsung awal Februari ini. Kemenangan demi kemenangan harus ditorehkan agar Persipasi bisa menduduki peringkat pertama dan berpromosi ke ISL.
Dan yang harus buru-buru dibenahi Persipasi adalah rekor tandang mereka di putaran pertama. Dari empat laga tandang, Persipasi hanya berhasil meraih tiga poin dari satu kemenangan melawan PSDS Deli Serdang. Ini tentu harus segera dibenahi. Apalagi di putaran kedua Persipasi lebih banyak bertanding di luar kandang (6 laga).
Sementara untuk empat laga kandang di putaran kedua nanti, Persipasi wajib menang. Modal lima kemenangan dari enam laga di putaran pertama harus dijadikan pengalaman yang positif bagi Laskar Patriot.
Jika skenario ini bisa terlaksana, niscaya Persipasi akan berjalan tegak menuju kompetisi tertinggi di Indonesia. Lebih dari itu, Persipasi juga punya andil membakar semangat masyarakat Bekasi untuk bertarung gigih demi mengembangkan prestasi. Selamat berjuang, Persipasi.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar