Di skuad Dinamit, julukan Denmark, ada seorang peluru jangkung yang sangat tajam mematuk bola-bola atas. Dialah Niklas Bendtner, peluru kendali dari Arsenal.
Di Belanda, ada meneer Robin van Persie yang punya ketajaman tinggi di kotak penalti. Kaki kirinya mampu menghadirkan mimpi buruk bagi kiper mana pun. Selepas cedera, peluru andalan Arsene Wenger di Arsenal ini menebar teror lewat di tim berjersey oranye bunga tulip, Belanda. Di beberapa pertandingan kualifikasi, ia tampil efektif dan membawa Belanda selalu menang besar.
Bendtner melawan Persie. Dua peluru Arsenal inilah lubang kunci untuk meramal pertandingan antara Belanda melawan Denmark malam ini pada pertandingan perdana Grup E yang disiarkan pukul 18.30 WIB.
Jika keduanya diturunkan, apalagi diposisikan sebagai penyerang tunggal, pertandingan ini bakal menarik. Dua peluru Gunners, sebutan Arsenal, ini bakal adu ketajaman dan juga adu gengsi untuk negaranya. Tinggal bagaimana dua orang ini bisa didukung oleh barisan tengah.
Di lini tengah, Belanda agaknya lebih beruntung karena punya sederet pemain tengah yang punya naluri tinggi menyerang pada diri Wesley Sneijder, Rafael van Der Vart, dan Dirk Kuyt. Kalau Arjen Robben fit, lengkaplah pasukan penyerang Belanda.
Pelatih Belanda Bert van Marwijk memang punya cara khusus memperlakukan pemain tengah-depannya itu. Total football klasik yang memasang pola 4-6-1 atau 4-3-3, ia modifikasi menjadi 4-5-1 atau lebih mirip dengan pola 4-2-3-1. Perubahan formasi ini sempat merisaukan legenda total football Belanda Johan Cruyff. Marwijk dituding merusak strategi adiluhung Belanda.
Namun, formasinya terbukti ampuh. Bahkan sangat menyengat. Di kualifikasi Piala Dunia. Belanda memimpin Grup 9 Zona Eropa dengan total 17 gol dari 8 pertandingan. Pertahanan juga kokoh dengan hanya kemasukan 2 gol. Di ajang uji coba, penampilan mereka juga meyakinkan. Mampu mencukur Ghana 4-1 dan Hongaria 6-1.
Denmark juga patut diwaspadai. Di kualifikasi Grup 1 Zona Eropa, Denmark tampil mengejutkan. Ia mampu memimpin klasemen walaupun grup itu dihuni jawara-jawara Eropa macam Portugal, Swedia, hingga Hongaria.
Dan jangan dilupakan curriculum vitae pelatih Denmark Morten Olsen. Ia sudah amat hafal dengan permainan Belanda karena lama membesut Ajax Amsterdam dan sempat mencicipi dua gelar di sana. Kita tahu Ajax adalah semacam laboratorium permainan Belanda. Banyak pemain yang ditempa di sini sebelum pergi ke liga yang lebih bergengsi.
Olsen juga sukses membawa Denmark lolos ke Piala Dunia 2002 dan dipertahankan hingga sekarang. Delapan tahun meracik Denmark merupakan sebuah garansi permainan yang padu. Lebih lagi, dia amat dihormati para pemainnya.
Di bawah mistar, Denmark punya kiper tangguh Martin Sorensen. Pengalaman bermain di Liga Primer Inggris bersama Sunderland, Aston Villa, dan saat ini Stoke City, membuat Sorensen tahu bagaimana caranya bersaing di tingkat tertinggi. Ia juga terkenal sebagai kiper yang mampu mementahkan tendangan jarak jauh yang sering dilontarkan barisan tengah-depan Belanda.
Akhirnya, pemenang pada lagi ini terletak pada ketajaman lubang kunci yang dibahas di awal tulisan. Lihatlah lubang kunci itu, maka Anda akan bisa menebak skor pertandingan walaupun pluit panjang belum dibunyikan.
(foto: AP)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar