Keajaiban datang pada situasi yang tak terduga. Piala Dunia 2010 berjalan seperti film epik, sangat lambat pada pembukaan, kemudian mulai menunjukkan ketegangan-ketegangan. Spanyol tumbang, Perancis tak berkokok, disusul Jerman yang gembos oleh pasukan Serbia. Inggris pun hanya mampu bermain seri di dua laganya melawan Amerika Serikat dan tim yang dianggap lemah, Aljazair.
Apakah Afrika Selatan akan menjadi kuburan buat tim-tim Eropa? Masih jauh untuk mengira-ngira, tapi kemungkinan sedang menuju ke sana. Empat tim Eropa yang punya liga amat prestisius, tak berkutik di negara kaya berlimpah emas ini.
Menarik diulas adalah satu tim Eropa lain yang juga terseok-seok di pertandingan pertamanya: Italia. Hari ini, Si Biru akan menjamu Selandia Baru di Stadion Mbombela, Nelspruit.
Pada pertandingan pertama melawan Paraguay, Italia hampir tumbang. Untung Daniele De Rossi mampu menyelamatkan muka Marcello Lippi.
Selandia Baru juga tidak hebat-hebat amat. Bahkan tim berjuluk All Whites ini juga hampir tumbang dari tim pendatang baru Slovakia. Untung, di detik-detik terakhir Winston Reid membuat gol. Geerrh..pendukung mereka langsung bersorak-semarai. Reid berlari sambil membuka baju layaknya merayakan kemenangan di laga final.
Menghadapi pasukan Ricki Herbert , Italia akan bertanding tanpa Gianluigi Buffon di bawah mistar gawang.
Posisinya akan digantikan kiper Cagliari Federico Marchetti.
Nah, Marchetti inilah yang menjadi bintang sebelum pertandingan tersebut dimulai. Amat mungkin akan menjadi bintang sebenarnya setelah pertandingan. Entah itu sebagai man of the match atau sebagai kambing hitam kekalahan.
Apa pasal? Pertandingan nanti malam adalah debut pertama Marchetti di Piala Dunia sejak babak pertama. Lelaki 27 tahun ini juga punya banyak pengalaman hidup yang menyedot pengamat sepak bola untuk membahasnya. Ditambah masalah di luar pertandingan seperti, (lagi-lagi) bagaimana dia mampu menjinakkan si bola pesta, jabulani.
Marchetti adalah pemain unik di skuat Italia. Karirnya hampir tamat karena tragedi kecelakaan mengerikan yang menimpanya pada tahun 2005. Beruntung, kecelakaan itu tak membuatnya cedera parah. Dia justru semakin ulet berlatih. Beberapa tim mulai dari tim Serie C hingga tim-tim di Serie B pernah ia sambangi, hingga akhirnya datang tawaran dari Cagliari.
Di klub inilah namanya mulai mentereng. Pergerakannya mirip dengan Buffon. Refleknya baik. Antisipasi bola-bola atasnya juga tak diragukan. Ia juga merupakan salah satu penjaga gawang terbaik di Serie A.
“Pergerakan saya tak secepat Gigi (panggilan Buffon). Refleks saya juga tak sebaik dia. Saya lebih baik karena saya lebih muda dan kuat. Kurasa, dengan modal itu, saya juga bisa bermain baik.” Demikian jawaban Marchetti menanggapi pernyataan wartawan tentang kemiripannya dengan Buffon.
Marcelo Lippi tahu kalau penjaga gawang ini gigih. Tak heran, ia dipanggil ke timnas dan ditempatkan sebagai penjaga gawang nomor dua di bawah Buffon. Dan ketika Buffon cedera, keberuntungan kembali menghampirinya.
Italia akan berusaha menang malam ini. Marchetti juga akan banyak dilupakan pemain belakang yang lebih memilih membantu serangan. Begitu para pemain lengah, dialah yang harus bertanggung jawab menjaga gawang dari serangan balik Kiwis, sebutan lain Selandia Baru.
Di sinilah ujian buatnya. Apakah keberuntungan kembali menaunginya atau ia akan menjadi kambing hitam Italia untuk menyusul tim-tim jawara Eropa yang sudah tumbang? Selamat menyaksikan.(*)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar