Minggu, 27 Juni 2010

Menjinakkan Kick and Rush

Legenda hidup sepak bola Jerman Franz Beckenbauer sangat berharap pertemuan Jerman dengan Inggris di 16 besar Piala Dunia 2010 berakhir seri. Tak peduli berapa gol yang tercipta. Der Kaizer ingin agar pertandingan diakhiri dengan adu penalti. Dan tentu saja, Jerman yang menang seperti di Piala Dunia 1990 dan Piala Eropa 1996.

Franz sebelumnya sempat syok, Jerman dan Inggris harus bertemu lebih awal. Maklum, rivalitas kedua tim sudah melengenda sejak 1966. Saking tegangnya, ia sempat melontarkan kata-kata ‘bodoh’ untuk Inggris. Menurutnya, Inggris belum pantas bertemu lebih awal dengan negaranya. Ia memaki Inggris tak bermain bagus di penyisihan grup dan hanya bisa lolos sebagai runner up.

Tentu saja pernyataannya itu adalah sinyal ketakutan. Walaupun dia akhirnya meminta maaf atas perkataannya dan berbalik menyanjung kehebatan sepak bola Inggris, tetap saja kekhawatiran Jerman tetap kentara.

Di lain pihak, Inggris tak ikut larut dalam pernyataan provokatif Franz. Pelatih Inggris Fabio Capello justru punya keyakinan tim asuhannya akan menang. Salah satu yang membuatnya optimis adalah kemenangan Inggris saat laga persahabatan di kandang Jerman pada November 2008. Saat itu Inggris mempermalukan Jerman di kandangnya sendiri, di Berlin, 2-0.

Kiper Inggris David James, yang belakangan tampil bagus juga menanggapi pernyataan Franz dengan tenang. Walaupun Inggris hanya bisa lolos dengan dua gol, James yakin pertandingan tidak akan berakhir lewat adu penalti. “Jelas kami lebih baik dari Jerman dan ingin mengalahkan mereka untuk kebahagiaan rakyat Inggris,” katanya.

Kalau Capello berkaca pada kemenangan di laga persahabatan, James juga berkaca atas kemenangan Inggris di laga kualifikasi Piala Dunia pada 2001. Inggris menang besar 5-1, juga di kandang Jerman di Stadion Olympic.

Seiring berkembangnya permainan Inggris, Wayne Rooney justru menjadi sorotan. Ia tak juga mampu mencetak gol. Namun, saat laga terakhir melawan Slovenia, ia sudah mulai bermain ngotot. Temannya di Manchester United, Nemanja Vidic, yakin Rooney akan kembali. Entah saat melawan Jerman atau pada laga selanjutnya jika Inggris melaju.

“Jika Rooney meledak pada partai melawan Jerman, saya yakin dia akan menjadi pemain terbaik di Piala Dunia kali ini,” kata James yakin. Walaupun Vidic tak menyatakan itu, dari pernyataannya tersirat harapan serupa.

Kondisi Jerman justru lebih baik dari segi kemampuan pemain. Di tim ini, tak ada pemain yang sangat diharapkan untuk mengangkat performa tim seperti Rooney. Pelatih Jerman Joachim Loew mampu membuat kemampuan semua pemainnya merata. Adapun yang menonjol, mereka tak terlalu menjadi kunci yang tak tergantikan. Sebagai contoh, saat performa Miraslav Klose sedang turun, Jerman punya pengganti yang sepadan lewat pemain muda, Cacau. Begitupula saat lini depan Jerman mandek. Pemain tengah macam Mesut Ozil mampu mengeluarkan Der Panzer dari kebuntuan.

Fakta bahwa Jerman meniru gaya Inggris juga menarik diangkat. Mantan duet Loew, Klinsmann, mengakui bahwa Jerman menerapkan permainan gaya Inggris. Keduanya sering menonton Liga Premier dan kerap mengobrol tentang gaya permainan cepat dan umpan-umpan lambung akurat.

Dan pada pertandingan di babak penyisihan, Jerman justru tampil lebih atraktif dengan gaya Inggris. Gaya ini bisa dilihat saat Jerman dengan gemilang memecundangi Australia 4-0 di laga perdananya. Setelah itu, Jerman sempat kalah dari Serbia karena ada yang terkena kartu merah. Di pertandingan terakhir, mereka kembali bermain baik setelah mengalahkan Ghana 1-0 lewat gol cantik Ozil.

Bagi pecinta bola, tak terkecuali para penggemar Inggris dan Jerman, pertandingan ini akan menarik karena kedua tim sedang dalam performa baik. Keduanya juga akan bermain dengan gaya menyerang yang banyak melepaskan bola. Walaupun Capello sempat membantah ia tak bermain kick and rush, Inggris tentu tak ingin mereka dikalahkan oleh jurus ciptaannya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar