Minggu, 13 Juni 2010

Hanya Dua Kemungkinan

Akan ada tiga pertandingan yang akan disiarkan televisi hari ini. Satu dari grup C antara Aljazair melawan Slovenia pukul 18.30, kemudian dua pertandingan di Grup D antara Jerman melawan Australia (21.00) dan Serbia melawan Ghana (01.30 dini hari).

Laga Jerman melawan Australia mungkin yang paling seksi untuk diulas. Alasannya pasti semua orang sudah tahu. Jerman adalah tim yang kuat dengan segala julukan yang disematkan. Mulai dari panzer, uber allez, hingga tim bersemangat baja.

Jarang dijagokan sejak awal, tapi Jerman kerap kali membalikkan prediksi. Contoh konkret di Piala Dunia 1974 saat masih bernama Jerman Barat. Tampil di kandang sendiri, sang Kaisar Franz Beckenbauer memimpin rekan-rekannya merebut trofi hasil pahatan karya pematung Italia, Silvio Gazzaniga.

Piala yang baru pertama kali diperkenalkan ke publik dunia itu berhasil digondol Jerman Barat dari Belanda yang digadang-gadang bakal juara dunia. Maklum, Belanda tampil menawan dengan total football hasil racikan Rinus Michels yang diterapkan secara sempurna oleh Johan Cruyff. Namun Jerman Barat bisa membelokkan prediksi.

Paling segar di ingatan, saat Jerman berhasil lolos ke final Piala Dunia 2002. Brasil memang berhasil memecundangi Jerman lewat aksi Ronaldo. Dua gol Il Phenomenon mampu membuat si Singa, Oliver Khan, yang sebelumnya hanya kebobolan satu kali, tak berdaya. Tapi, Jerman lagi-lagi tak pernah benar-benar diperhitungkan sejak awal. Skuad yang dipimpin Oliver Bierhoff itu dinyatakan sudah terlalu tua.

Kali ini, Jerman juga tak begitu diperhitungkan di tengah mencuatnya permainan Spanyol. Prediksi orang-orang Eropa juga masih lebih banyak menjagokan Inggris dan Belanda.

Namun, pemain belakang Jerman, Philip Lahm, bergeming. Ia justru menyatakan bahwa saat inilah tim berada pada level tertinggi. “Selama saya membela Jerman, sekaranglah skuad terbaik Jerman,” ujarnya pada Reuters. Pertanyaannya semakin berbobot karena ia terpilih menjadi kapten Jerman di Piala Dunia 2010 menggantikan Michael Ballack yang cedera.

Dilihat dari lini per lini, Jerman memang semakin matang. Di depan, pelatih Joachim Loew punya Miroslav Klose dan Lukas Podolski yang sudah matang. Di tengah, walaupun ditinggal Ballack, Jerman punya gelandang kreatif Mezut Ozil (Werder Bremen). Kehadirannya, walaupun belum banyak dikenal, diprediksi membuat permainan Jerman tak sekaku dulu. Tentu saja didukung gelandang elegan Bastian Schweinsteiger.

Di belakang, Jerman dikenal punya pertahanan yang bagus. Sepanjang kualifikasi, mereka hanya kemasukan lima gol.

Bagaimana dengan Australia? Jerman harus waspada. Pada Piala Dunia 2006, Australia langsung lolos ke babak kedua, padahal itu adalah Piala Dunia pertama mereka. Banyaknya pemain yang ditempa di kompetisi Eropa membuat Australia tampil tenang melawan tim-tim benua biru itu.

Pelatih Australia Pim Verbeek bahkan mampu membuat pertahanan Australia solid. Lamanya mereka bersama membuat kekompakan tim terjaga.

Sayangnya, Australia tak punya penyerang bagus. Tim Cahill dan kawan-kawan paling bagus bisa menahan imbang Jerman. Jadi, saya berani menyatakan bahwa ada dua kemungkinan di pertandingan ini, imbang atau Jerman menang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar