Argentina tiba-tiba menjelma menjadi tim yang menakutkan. Seiring membaiknya Argentina, tim-tim dari Amerika Latin juga mampu menunjukkan performa luar biasa. Semua wakil Latin melaju ke 16 besar. Apakah tanah Afrika memang menjadi surga bagi negara-negara Latin?
Yang jelas, menarik diulas adalah pertandingan 16 besar antara Argentina dan Meksiko. Kedua negara sudah sering bertemu. Argentina memimpin dengan 11 kali kemenangan. Sementara Meksiko hanya mampu mendulang empat kali kemenangan. Kekalahan menyakitkan Meksiko dari Argentina adalah saat Piala Dunia empat tahun lalu di Jerman. Meksiko tertekuk di 16 besar lewat gol Maxi Rodriguez saat perpanjangan waktu. Kekalahan itu tentu akan menjadi ajang balas-dendam Meksiko.
Argentina pasti akan kembali diperkuat trio pemain depannya, Messi-Higuain-Tevez. Messi kembali akan menjadi roh permainan Argentina. Saat ini Si Kutu, julukan Messi, adalah penendang terbanyak di Piala Dunia 2010. Total tendangan yang berusaha ia lesakkan, baik terarah maupun tak terarah ke gawang, adalah 20 kali. Memang usahanya ini belum membuahkan hasil, tapi eksesnya membuat Higuain bisa mencetak hattrick pertama di Piala Dunia.
Tevez juga akan menjadi perusak pertahanan lawan untuk membuka peluang teman-temannya mencetak gol. Masih secara statistik, Argentina juga paling produktif mencetak gol. Dari tujuh gol yang tercetak, mereka mampu mengumpulkan umpan 1881 kali usaha, baik pendek maupun jauh. Prestasi ini hanya bisa disamai Portugal yang juga mencetak tujuh gol. Patut digarisbawahi, Argentina mencetak gol dari semua pertandingan di babak penyisihan, sedangkan Portugal hanya mencetak gol saat melawan Korea Utara.
Beralih ke calon lawannya, Meksiko. Tim yang diasuh Javier Aguirre ini termasuk tim yang punya serangan balik yang baik. Tercatat, mereka mampu melepaskan umpan lambung sebanyak 298 kali. Sebanyak 182 kalinya sempurna diterima pemain depan. Beberapa gol juga tercipta dari skenario serangan balik dengan umpan jauh yang akurat.
Sekilas data itu akan menjadi jaminan bahwa pertandingan di 16 besar ini akan berlangsung menarik. Skill individu pemain dari kedua negara benar-benar akan menjadi tontonan yang sayang untuk ditinggalkan.
Ada satu hal yang mungkin akan dimanfaatkan Meksiko dalam laga hidup-mati ini. Keinginan Messi untuk mencetak gol pasti akan menjadi bumerang bagi Argentina. Aguirre, saya yakin, akan memanfaatkan celah ini. Dengan titik sentral pada Messi, Meksiko punya peluang melumpuhkan lini depan Argentina.
Simak bagaimana Pelatih Argentina Maradona yang sangat merindukan “jelmaannya” untuk mencetak gol. "Saya minta maaf Messi tidak mencetak gol," kata Maradona usai laga kontra Yunani. "Saya menjatuhkan diri di atas lapangan ketika tembakannya membentur gawang. Saya sudah melompat dengan kepala lebih dahulu jika ada kolam renang di sekitar saya," sambungnya dikutip dari Bolanews.
Betapa Maradona merindukan titisannya itu mencetak gol. Inilah kelebihan sekaligus kelemahan Argentina. Pemain Meksiko pasti akan menjaga pergerakannya hingga Argentina frustasi. Selepas itu, mereka akan dengan mudah membalikkan tekanan dengan umpan-umpan jauh mereka yang sudah tak diragukan.
Geovanni Dos Santos yang lincah di depan akan sangat berbahaya ketika timnya menyerang balik. Tinggal bagaimana kreativitasnya membongkar pertahanan Argentina yang dikawal MartÃn Demichelis yang pernah melakukan blunder. Tambahan, sembuhnya striker muda dari Arsenal, Carlos Vela, membuat serangan Meksiko makin tajam.
Kapten tim Meksiko, Rafael Marquez percaya akan hal itu. Pemain yang ikut merasakan kekalahan saat di Jerman empat tahun lalu itu menyatakan,”Argentina adalah tim yang dihuni banyak pemain berkualitas. Dan kita akan mengalahkannya karena itu.” Tak juga boleh dilupakan, Marquez sangat tahu kelemahan dan kelebihan Messi karena keduanya lama berteman di Barcelona.
Patut dikutip juga pernyataan pemain senior Meksiko yang lain, Gerardo Torrado. Menurutnya, Meksiko hanya butuh kepercayaan diri untuk bisa mengalahkan Argentina. “Pasti kita akan bisa mengalahkan mereka. Dengan catatan, kita punya keyakinan untuk itu.”
Maradona juga bukan tak memikirkan risiko ini. Ia pasti punya cara lain untuk menipu para pemain belakang Meksiko. Ketika Messi tak berkutik dijaga para pemain Meksiko, bukan tidak mungkin sang pelatih mengeluarkan senjata rahasianya. Dan saya tak sabar menunggu kejutan-kejutan itu.(wandiudara.blogspot.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar